SEMARANG – Suasana berbeda hadir di Interactive Corner stand Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah pada Jateng Fair 2026, PRPP Semarang. Sesi podcast kali ini menghadirkan nuansa kental budaya Jawa, dengan narasumber mengenakan busana adat lengkap, yakni Wesi Geni selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Paritrana Indonesia (IPI) Jawa Tengah, mengangkat tema "Pelestarian Budaya Jawa Tengah".
Kehadiran DPW IPI dalam rangkaian podcast Kesbangpol ini menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari penguatan wawasan kebangsaan. Sebagai organisasi yang konsen pada pelestarian tradisi dan budaya Nusantara, IPI memandang budaya Jawa Tengah sebagai warisan leluhur yang harus terus dijaga di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.
Dalam
perbincangan tersebut, Wesi Geni menyoroti pentingnya menanamkan kecintaan
terhadap budaya lokal sejak usia dini, baik melalui keluarga, lingkungan
masyarakat, maupun jalur pendidikan formal. Ia menilai banyak nilai luhur
budaya Jawa, seperti unggah-ungguh, gotong royong, dan kearifan lokal lainnya,
mulai tergerus oleh gaya hidup modern yang kurang mengakar pada tradisi.
"Budaya Jawa bukan sekadar pakaian dan bahasa, tapi juga
falsafah hidup. Kalau generasi muda tidak dikenalkan sejak dini, lambat laun
warisan leluhur ini bisa hilang begitu saja." — Wesi Geni, Sekretaris DPW
IPI Jateng
Wesi Geni
juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak malu menampilkan
identitas budaya Jawa di ruang publik maupun di ruang digital. Menurutnya,
pelestarian budaya justru bisa berjalan beriringan dengan kemajuan zaman,
asalkan dikemas dengan cara yang relevan dan menarik bagi generasi sekarang.
DPW IPI
Jateng sendiri aktif menggelar berbagai kegiatan pelestarian budaya, mulai dari
pendampingan komunitas adat, edukasi busana dan tata krama Jawa, hingga
kolaborasi dengan instansi pemerintah seperti Kesbangpol dalam menyebarkan
pesan cinta budaya kepada masyarakat luas. Kehadiran IPI di Jateng Fair 2026
menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, sekaligus melengkapi
rangkaian podcast kebangsaan yang telah menghadirkan FKDM, FKUB, dan HMI
Cipayung Plus sebelumnya.
Sesi podcast
yang berlangsung hangat ini turut menarik perhatian pengunjung sekitar, yang
antusias menyaksikan dialog budaya dipadukan dengan suasana khas Jawa lewat
busana, properti, hingga sajian tradisional di atas meja podcast.

