![]() |
| Suasana sesi podcast di stand Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah pada Jateng Fair 2026, PRPP Semarang. |
SEMARANG
– Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar podcast di stand
pamerannya pada hari ketiga Jateng Fair 2026, Minggu (28/6/2026). Kali ini
giliran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah yang hadir sebagai
mitra dalam sesi bertajuk "Ngolabor: Ngopeni Nglakoni Bareng Ormas"
edisi FKUB Jateng.
Program
podcast tersebut dirancang sebagai wadah sosialisasi nilai-nilai kerukunan bagi
masyarakat luas yang berkunjung ke pameran. Kedua lembaga bersinergi
menyebarkan pesan perdamaian sekaligus mendiskusikan cara-cara konkret
membangun harmoni di tengah keberagaman umat beragama yang ada di Jawa Tengah.
Perwakilan
FKUB Jawa Tengah, Dr. Multazam, M.Ag., menegaskan bahwa kerukunan merupakan
kebutuhan mendasar dalam kehidupan bersama, tanpa memandang perbedaan latar
belakang agama. Ia menilai momentum podcast di tengah pameran rakyat ini
sebagai kesempatan strategis untuk memperkenalkan konsep hidup damai kepada
khalayak yang lebih luas.
"Konsep kerukunan harus terus dikomunikasikan kepada
generasi penerus melalui jalur pendidikan, majelis, dan masyarakat. Jika tidak
rukun, maka akan menjadi masalah serius di masa depan." — Dr. Multazam,
M.Ag., FKUB Jateng
Senada
dengan hal itu, Ketua FKUB Muda Jateng, Rikza Hasballa, mengungkapkan bahwa
pihaknya kini bergerak secara taktis merangkul kalangan muda melalui platform
media sosial agar pesan toleransi tetap relevan seiring perkembangan zaman.
"Kami ingin melahirkan influencer kerukunan dari generasi
muda sesuai tagline kami: generasi muda hebat tanpa sekat, serta mampu bergerak
dan berdampak. Melalui podcast ini, kami berharap ruang digital di Jawa Tengah
dapat terisi konten positif yang mempererat solidaritas antarumat." —
Rikza Hasballa, Ketua FKUB Muda Jateng
Kegiatan
podcast yang digelar secara berturut-turut selama Jateng Fair 2026 ini
mencerminkan komitmen Kesbangpol Jateng dalam memanfaatkan momentum pameran
rakyat sebagai ruang edukasi kebangsaan yang efektif, inklusif, dan menjangkau
berbagai lapisan masyarakat.
